Total Tayangan Laman

Senin, 21 September 2015

Lebih dekat dengan Rm Paroki St. Paulus Muara Bungo

Rm. A. Vian Dharma ,Pr.

Muara Bungo, 22-Mei 2015. Sebagai umat Paroki St. Paulus
Muara Bungo tentu kita  ingin mengenal lebih dekat dengan Para Romo yang berkarya di Paroki kita. Kadang kita segan untuk bertanya dengan Para Romo, atau belum ada waktu atau kesempatan.  Apalagi Para Romo kita sibuk melayani umat yang tersebar sebanyak 32 Stasi dengan jarak tempuh yang cukup lumayan , yang terjauh sampai …. km atau memakan waktu perjalanan 4 jam.Wah… benar-benar melelahkan sehingga kita segan bertanya lebih mendalam kepada Para Romo. Dengan tugas dan karya Para Romo di Paroki kita, maka kami sangat tertarik untuk menggali informasi tentang Pribadi Rm Kepala Paroki Kita Rm. A. Vian Dharma ,Pr.  lebih dalam. Pada suatu malam kami Tim Redaksi OMK NEWS berembug untuk mempersiapkan wawancara dengan “Rm Vian” panggilan akrabnya.  Kami sudah sepakat tentukan hari jam dan sekaligus  bersamaan dalam acara pertemuan Ibu-Ibu WKRI di Simpang TKA. Ternyata pada acara pertemuan WKRI tersebut situasinya  tidak memungkinkan untuk wawancara. Akhirnya kami putuskan untuk ditunda pada lain waktu dan kesempatan.
Kebetulan esok harinya ada Rapat Panitia Pertemuan Sijambu di Pastoran, kami sempatkan menjumpai Rm Vian untuk  mohon waktu wawancara dengan kami. Kemudian Rm Vian memberikan jadwal, hari dan jam yang sudah ditentukan yaitu malam lusa  untuk wawancara dengan kami.
Tapi sebelumnya kita lajutkan wawancara,  ini lho bio data Romo kita:
1. Nama: Adrianus Vian Dharma
2. T.T. lahir: Ruteng, Flores  18 Agustus 1974
3. Pendidikan :
      i. TK Di rumah (Berguru dengan Orang Tua)
     ii. SD sama seperti yang lain (1983-1988)
     iii. SMP (1988-1990)
     iv. SMA (1990-1992)
     v. Seminari Gabungan (1993-1994)
    vi. Tahun Oreintasi Rohani (1994-1995)
    vii. Study Filsafat UNIKA St.Thomas Medan (1996-1999)
    viii. Tahun Oreintasi Pastoral di Kathedral Santa Maria (200-2001)
    ix. Study Theologi STFT St.Yohanes  Pematangsiantar 2001-2003)
    x. Tahbisan Diakon di Seminari St.Paulus Palembang (2003)
    xi. Tahbisan Imam di Baturaja (2004)
4. Karya Pastoral :
    i.  2004-2005, pertama menjadi pastor pembantu selama  1 Tahun 2004 s/d 2005 - Baturaja
    ii. 2005-2008, menjadi Pastor paroki – Batu putih
    iii. 2008-2011, menjadi pastor paroki – BK 9, Belitang
    iv. 2012-sekarang, menjadi pastor paroki – Muara Bungo
5. Saudara : 4 Bersaudara. 3 laki-laki dan 1 Perempuan.
6. Motto: Pergilah dari keluargamu sanak   saudaramu kenegeri yang kutunjukkan.
       
Rm Vian adalah seorang Romo yang Low Profil, dan tegas dalam menjawab setiap pertanyaan kami.
Mari kita simak isi wawancaranya kami , dari Tim Redaksi OMK NEWS (O) bersama  Rm. A. Vian Dharma ,Pr. (R)
O:  Nihh Romo,pasti memilih untuk menjadi seorang Pastor pasti ada t u j u a n n y a ,  j a d i  A p a  s i h  tujuan Romo menjadi seorang Imam?
R:  Nah ini dia ( Romopun sedikit bingung saat ditanya sembari pegang jidat,kamipun tertawa hahaha ),, Pada awalnya Saya hanya coba-coba dan sekedar ikutikutan teman-teman, pada masa itu saya belum terpanggil menjadi seorang imam dimana saya sering kena skor miris  hampir dikeluarkan dari pendidikan di seminari tinggi karena saya lumayan bandel sering bolos gara-gara mau main sepak bola, tetapi   pada masa TOP saya mulai berpikir kemana langkah yang harus saya ambil apakah saya melanjutkan atau keluar,dan disaat itu saya memutuskan  untuk melanjutkan pendidikan seminari tinggi itu,dan saat itu saya menjadi diri sendiri tanpa ada istilah cobacoba atau ikut-ikutan ( Romo sudah menemukan motivasi sesungguhnya permirsa,..hahaha )
 O:  Kami pengen tau banget Romo,pada saat sekolah seminari tinggi ,Apa sih Kesan Romo saat menjalani pendidikan diseminari tinggi itu,pasti adakan Romo, hehe?
R: mau  kesan yang senang atau susah nihhh ( Romo pun sembari melontarkan candanya kepada kami hihi ) kesan enaknya sihhhh.... pada saat pergumulan belajar filsafat bersama teman dimana kami belajar  untuk mengobok-obok soal Iman. Siapakah yang sebenarnya diimani sebenarnya. kalau kesan susahnya sihhhhh.... harus Bisa belajar bagaimana beradaptasi dengan orangorang yang beda etnis dimana saya dituntut belajar dengan adat dan budaya yang baru tetapi Kolaborasi etnis yang berbeda itu membuat indah.... hehehehe asikkk
O:  Setiap penempatan dalam pelayanan seorang pastor pasti ada kesan, bukan Romo.. ,nah kami pengen tau juga nihh Romo, kesan apa sihhh  yang Romo dapatkan selama ditugaskan  menjadi Pastor Paroki di st paulus Muara Bungo ini, pasti adakan Romo,monggo  Romo ? ( OMK news melontarkan senyum kepada Romo hehe)
R:  ya jelas ada donk ( sambil melontarkan senyum termanisnya  kepada team OMK news hehehe ), yang pastinya menghadapi realita pastoran yang sangat berat,berat dari sisi medan yang dilalui,berat dari sisi karakter umat, tetapi dengan tantangan seperti ini justru menjadi kesempatan untuk belajar mengembangan diri dimana harus berada ditengah umat yang berbeda etnis serta karakter, dan lainlain,  menjadi pememicu semangat Saya dalam  melayani umat.
O:  Ni Romo, kami juga punya tokoh inspirasi lho,,,pasti Romo juga punya tokoh inspirasinya,Siapa sih tokoh inspirasi Romo dan kenapa  sihh menjadi inspirasi buat Romo,,hehehe?R:  ( dan Romo bertanya   kepada team omk news sebelum menjawab pertanyaan dari kami  nih dia,hehehe )..nih tokoh katolik atau tokoh umum ? ( Omk news menjawab dengan serentak Tokoh Katolik  Romo sembari ngakak bersama hahahaha ),oke saya jawab :  Kalo untuk Tokoh Katolik sihh ada yaitu seorang Romo, Beliau menjadi  pembimbing saya dulu semasa di seminari tinggi namanya adalah RM. Bambang Alryanto Pr.
O : Alasannya apa sihh Romo, kenapa Rm. Bambang Alryanto Pr  menjadi tokoh inspirasi buat Romo,pasti adakan Romo daya tarik Romo Bambang Alryanto Pr itu makanya Romo mengidolakan beliau,monggo Romo kenapa? ( Kamipun tersenyum melihat romo tersenyum kepada kami..hehehe)R : ni lho jawabanya kenapa saya mengidolakan Roma Bambang, karena dia seorang iman Diosesan yang sungguh memiliki wawasan pengetahuan keuskupan yang mumpuni. Pribadi yang matang,dan sangat kebapaan dalam mendampingi kami dalam proses awal mengenal dan belajar tentang keuskupan Palembang apalagi saya bukan Putra dari Keuskupan ini dan sangat minim dengan pengetahuan tentang kesukupan ini. hal ini yang membuat saya mengidolakan beliau...hehehe asikkk.
O:  Nahhh pertanyaan kali ini masalah hobinya Romo, bolehkan kami sedikit kepo  Romo ( Asekkk) !, Apa sih Hobi yang paling disukai Romo?
R:  Kalau masalah hobi saya gak mau kalah donk ama kalian yang muda,,(Romo sambil tertawa ngakak ,hahahaha,,OMK News Sedikit penasaran,dan serentak berkata Hmmm,lalu Romo menjawab dengan penuh semangat),yang pastinya olah raga  terutama  Sepak Bola dong  dan Mendengar Musik  Country seperti Allan Jackson.
O:  Semenjak Romo pasti menjadi Pastor Paroki di St.Paulus Muara Bungo ini, Pasti Romo punya donk harapan terhadap umat, boleh dong Mo berbagi cerita? Hiks,hiks,,,
R:  Ini dia hehe, sebenarnya harapan saya umat sungguh-sungguh mau belajar menjadi orang katolik yang militan baik hidup menggereja yang baik dan relasi ditengah-tengah masyarakat tanpa malu menunjukkan identitas menjadi seorang katolik dengan menunjukkan kesaksian dan perbuatan ditengah masyarakat dan mau bertanggung jawab terhadap iman kekatolikkannya  yang mendalam tanpa menyombongkan diri. Jangan Cuma ngomoang doang orang katolik…nah gitu….hehehe
O: Kalau punya harapan terhadap umat,pasti mencakup omk kan Romo,nah kami juga pengen tau nih  Romo,apa sihh harapannya terhadap OMK,monggo Romo hehe ?
R : Harapan saya sihh sederhana ,saya mau  OMK Menjadi Generasi penerus Gereja yang mau terlibat dalam kegiatan kehidupan menggereja dan mau membuat apapun yang bersifat positif yang membangun gereja dan kebersamaan ditengah orang muda katolik dan umat lain siapa lagi kalau bukan kita,kapan lagi kalau gak sekarang.itulah harapan saya.O: Fimiliar bangetttt Romo harapannya…semoga terwujud yaaaaaa Romo, kami juga berusaha,,,hehe
O :  Maaf Romo ya kami ada pertanyaan lagi nihh ( OMK News sembari tertawa kecil kepada Romo,hiks,hiks ), ini loh Romo kan sijambu sudah dekat,apa sih tanggapan dan harapan Romo dengan acara sijambu ini dimana kita yang menjadi tuan rumah ditahun ini, so pasti ada kan Romo ?
R : oke sippp,akan saya jawab : untuk persiapan seh..sudah mulai berjalan maksimal,hal yang dicemaskan adalah kesadaran dari OMK, bahwa event  ini adalah kesempatan yang langkah terutama OMK yang ada di paroki St.Paulus Muara Bungo ini. gregetnya masih kurang,  yang diharapkan saat ini seharusnya bukan lagi sebatas wacana atau pembicaraan di kaki lima atau trotar tapi sudah beraksi dan mulai sibuk baik dari wilayah Bungo maupun stasi yang lain. Kecemasan sekarang ini adalah ketidakmampuan OMK kita sebagai tuan rumah untuk mengumpulkan OMK  yang lain yang belum bergabung  di paroki kita. ( Romo sedikit pusing,sambil helus- helus kening hiks,hiks ). Kalau harapannya sihh  sederhana sekali yaitu semua omk di paroki St. Paulus Muara Bungo harus ikut  bergabung . saat ini saya tidak menghitung seberapa banyak konstribusi setiap pribadi  kepada OMK ataupun Gereja yang penting nongol dulu di OMK atau bahasa kerenya setor












Selasa, 29 November 2011

MASA ADVENT 2011

Saai ini kita telah memasuki Masa Advent Tahun 2011. Dalam masa advent ini KEUSKUPAN AGUNG PALEMBANG (KAPAL) mengajak kita untuk menggeluti Tema ” Kemandirian ”. Tema lengkapnya adalah ” Mewujudkan KAPAL sebagai Persekutuan Murid-murid Kristus yang mandiri ” hal ini sesuai dengan amanat dari Sinode II KAPAL pada Tahun 2009 yang lalu.

Melalui permenungan ini kita diajak untuk menyadari kharisma-kharisma yang ada dalam diri kita masing-masing berkat dan rahmat baptisan yang kita terima. Kemudian kita di ajak Bapak Uskup untuk mewujudkan kemandirian tersebut terutama dalam bidang tenaga pastoral dan finansial.

Tema di atas akan kita dalami dalam 4 pertemuan ( satu bulan ) dalam masa advent ini, dengan pembahasan masing masing Tema.yaitu :
1.Kemandirian Gereja Berkat Pemberdayaan Karisma Umat Allah.
2.Siap Diutus : Menjadi Imam-Raja dan Nabi bagi Gereja KAPAL.
3.Membangun Semangat Berbagi : Mewujudkan Kemandirian Finansial dan
4.Mewujudkan Kemandirian Gereja Keuskupan Agung Palembang

Senin, 28 November 2011

STASI PUSAT GEREJA KATOLIK ST. PAULUS MUARA BUNGO

KEGIATAN NATAL 2011 DAN TAHUN BARU 2012

JADWAL PETUGAS LITURGI
PERAYAAN NATAL 2011 DAN TAHUN BARU 2012
STASI PUSAT GEREJA KATOLIK ST. PAULUS MUARA BUNGO

NO HARI / TGL KEGIATAN NAMA KET

1 Sabtu Malam (Malam Natal)
24 Desember 2011
Misa Pukul : 19.00 - selesai
1. Lektor 1. Ibu Merry
2. Bpk. Budiyono
2. Mazmur Ibu Marni Pasaribu
3. Doa umat Ibu Naibaho
4. Dirigen Bpk. Johanes Suwarno
5. Koor Gabungan
6. Organis Bpk. Irawan
7. Persembahan :
1. Bapak & Ibu Manihuruk
2. Bapak & Ibu Yongky
3. Bapak & Ibu Marius
8. Pembawa Bayi Yesus :
Bpk & Ibu J. Sinurat
9. Pengumpul Dana :
1. Bapak R. Sihotang
2. Bapak. Simamora
3. Bapak Sugeng
4. Bapak P. Naibaho
10. Parsel Puspo Kanthil
11. Maklumat Natal Sdr. Asima Sinaga
12. Misdinar :
1. Putri
2. Icha
3. Wulan
4. Vela
5. Novita
6. Lucia
7 Reuni



2 Minggu ( Natal Pagi )
25 Desember 2011
Misa Pukul : 08.00 - selesai
1. Lektor :
1. Ibu Tiara
2. Bpk Dr. Monang
2. Mazmur : Sdri. Ambar
3. Doa umat : Bpk. Suroto
4. Dirigen : Sr. Agnes Sadirah, SJD
5. Koor : MUDIKA
6. Organis : Bpk. Johanes Suwarno
7. Persembahan :
1. Ibu Pandiangan
2. Ibu Harianja
3. Ibu Haryanto
4. Ibu Yohana
5. Ibu Pipit
6. Ibu Tindaon
8. Pengumpul dana Persembahan :
1. Bapak Win
2. Bapak Markus
3. Bapak Sihotang
4. Bapak Rio Manurung
9. Parsel Persembahan: Bona Pasogit
10. Misdinar :
1. Jeni
2. Agatha
3. Asri
4. Stefani
5. Michael
6. Marsia
7. Nia



3 Jumat ( Pesta Kel. Kudus )
30 Desember 2011
Misa Pukul : 18.00 - selesai
1. Lektor : Ibu Natalia
2. Mazmur : Sdr. Melina Tampubolon
3. Doa umat :Ibu Frida Pandiangan
4. Dirigen : Ibu Yohana
5. Koor : Ibu-Ibu
6. Organis Bpk. Agus Sugiyono
7. Persembahan Kel. Bpk Marsi
8. Misdinar :
1. Maria Lisa
2. Icha
3. Meli
4. Putri Aritonang
5. Vela
6. Restu
7. Eldina




4 Sabtu Malam ( Malam Thn Baru )
31 Desember 2011
Misa Pukul :19.00 - selesai :
1. Lektor : Sdri. Kristina Harianja
2. Mazmur : Sdri. Kristina Simbolon
3. Doa umat: Sdri. Feby Pasaribu
4. Dirigen : Ibu Manihuruk
5. Koor : Bona Pasogit
6. Organis : Bpk. P. Manihuruk
7. Persembahan :
1. Bapak & Ibu Nadeak
2. Bapak & Ibu Ari Manurung
8. Misdinar :
1. Graciano Purba
2 Wendy
3 Rony
4 Agata
5 Asri
6 Nia
7 Icha



5 Minggu (Tahun Baru )
01 Januari 2012
Misa Pukul : 08.00 - selesai
1. Lektor : Bpk Suryadi
2. Mazmur : Ibu Pipit
3. Doa umat: Ibu Istriiriyanti
4. Dirigen : Bpk Marsi
5. Koor : Puspo Kanthil
6. Organis : Bpk Irawan
7. Persembahan :
1. Bapak & Ibu Amandeo
2. Bapak & Ibu Rudi Panjaitan
8. Misdinar :
1. Stefani
2 Jeni
3 Marsia
4 Lucia
5 Eldina
6 Restu
7 Wulan



6 Malam Epifane (Sabtu Malam)
7-Jan-12
MUDIKA Petugas diatur oleh Sdr. Vivi



7 Epifane
08 Januari 2012 Minggu
Misa Pukul : 08.00 - selesai
1. Lektor :
1. Michael
2. Aginta
2. Mazmur : Rona
3. Doa umat :
1. Adrian
2. Olivia Putri
3. Wendy
4. Graciano Purba
5 Maria Lisa
4. Dirigen : Sr. Agnes & Feby Pasaribu
5. Koor : SKAMI
6. Organis : Sdr. Vivi
7. Persembahan:
1. Rony Pakaian
2. Yovita Adat
3. Rohotsen
4. Icha
5. William David
6. Devina
8 Pengumpul Dana :
1. Norma (Alai ilir)
2. Pendi (sitiung)
3. Era (M. Bungo)
4. Yohanes (Rimbo)
9 Parsel Pendamping Sekolah Minggu
10 Misdinar:
1. Agata
2. Asri
3. Simon
4. Felix
5. Frendy
6. Ober
7 Eva risti


Muara Bungo, 21 November 2011

Koordinator Seksi Liturgi,
Ttd
Bpk. Johanes Suwarno

Ketua Panitia,

Ttd

Bpk. Marsi




Mengetahui ;
Pastor Paroki St, Paulus Muara Bungo

Ttd
RM. MAKARIUS SAMANDI, PR

CATATAN
Petugas Pembawa Persembahan memakai Pakaian Daerah masing-masing / Nasional
Petugas Pembawa Bayi Yesus memakai jubah.
Petugas Lektor, Mazmur dan Doa Umat memakai jubah.

Sabtu, 16 April 2011

VISI DAN MISI PAROKI ST PAULUS MUARA BUNGO

VISI DAN MISI

MENGGEREJA UMAT ALLAH

DI PAROKI SANTO PAULUS MUARA BUNGO

A. Visi

Visi paroki merupakan penggambaran cita-cita Gereja masa depan yang ingin dicapai dan menjadi jati diri setiap pribadi umat beriman. Visi ini bertitik tolak pada keprihatinan dan tantangan yang dialami di kabupaten Muara Bungo, Tebo dan sekitarnya, sehingga setiap umat diajak untuk mencermati, merenungkan dan mengambil langkah dalam kehidupan menggereja.

Dalam musyawarah paroki umat sinode II di Keuskupan Agug Palembang, Paroki Santo Paulus Muara Bungo menetapkan Visi, yaitu:

“Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Muara Bungo adalah paguyuban umat Allah yang secara aktif membarui diri, membangun iman yang mendalam, tangguh, mandiri, solider dan berjiwa misioner dalam persaudaraan yang tulus kepada semua orang dengan semangat Kristus”

Visi tersebut sesuai dengan pernyataan Konsili Vatikan II (Gudium et Spes no.1) yang menyebutkan : “Kegembiran dan harapan ,duka dan kecemasan manusia dewasa ini , terutama yang miskin dan terlantar , adalah kegembiran dan harapan, duka dan kecemasan murid- murid Kristus pula “ .

Memaknai visi :

Visi yang telah dirumuskan itu dapat dijelaskan makna yang terkandung, sehingga setiap orang mengerti maksud dan isi serta tujuan. Kita dapat membangi dalam tiga pemahaman dasar :

  1. Gereja Katolik St. Paulus Muara Bungo adalah Paguyuban Umat Allah yang secara aktif membarui diri.

Maksud dari pernyataan itu bahwa setiap umat beriman yang telah dibaptis dan diterima secara resmi ke dalam Gereja katolik merupakan paguyuban umat Allah yang tinggal dan hidup dalam wilayah Paroki St. Paulus Muara Bungo. Paguyuban umat Allah berarti kesatuan dan kebersamaan dari seluruh wilayah, stasi atau paguyuban-paguyuban yang ada dan sudah terbentuk, sehigga terjadi persaudaraan yang mengimani dalam Yesus Kristus.

Memperbarui diri secara terus menerus merupakan suau gerak dinamika dari setiap pribadi untuk bertobat. Gereja yang bertobat adalah pribadi-pribadi umat Allah yang rendah hati dan tulus ikhlas mempertanggungjawabkan imannya dalam masyarakat, menentukan arah dasar hidupnya dan menata ulang mentalitas pribadi dari hal-hal yang tidak baik dan tidak benar. Gereja yang memperbarui diri merupakan pelopor reformasi rohani untuk menata nilai-nilai moral dan sosial, yakni damai, kasih dan keadilan dalam hidup bermasyarakat.

Kita mengangkat pandangan kepada Yesus Kristus ; « marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju pada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan yang membawa iman kita kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib, ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan tahta Allah » Ibrani 12 :2. Kita percaya bahwa dalam manusia-Yesus-Kristus, Allah sendiri datang untuk menyelamatkan kita, dengan taat samapai mati di salib, Yesus membuktikan kasih sayang Allah Bapa kepada kita. Ia mengajak kita untuk bertobat dan mengikuti jejak-Nya agar kita selamat. Kita yang percaya pada sabda Yesus Kristus itu merupakan umat-Nya: Gereja dipanggil untuk melanjutkan karya penyelamatan-Nya . Kita ditugaskan untuk saling memperkuat dalam iman dan untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan kabar genbira kepada segala mahluk (Mrk 16:15) Dan Ia berjanji bahwa Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman (Matius 28:20).

Dengan demikian Gereja paroki St. Paulus Muara Bungo diutus untuk mebangun keidupan umat dan kesatuan dalam Roh Kudus serta untuk menjadi saksi Kristus dalam masyarakat. Agar kita setia dalam panggilan itu, kita harus senantiasa bertobat dan selalu membarui diri.

  1. Membangun Iman Yang Mendalam, Tangguh, Mandiri Solider.

Gereja yang membarui diri dalam pertobatan terus menerus akan membuahkan iman yang mendalam, tangguh, mandiri dan solider.

a. Membangun iman mendalam

Membangun iman mendalam berarti dalam setiap pribadi umat beriman mempunyai hubungan yang dekat dengan Yesus Sang Penyelamat. Karena relasi mendalam dengan Yesus itu, maka pengetahuan akan kekayaan pengajaran tentang Gereja Katolik sudah mengendap dan terbatinkan dalam diri masing-masing. Hal ini di capai melalui pertemuan lingkungan, stasi dan juga keberanian diri sendiri untuk membaca Kitab suci dan buku-buku rohani katolik.

b. Beriman tangguh

Berarti setiap orang yang telah beriman mendalam, ia beriman tangguh karena tidak mudah diombang-ambing oleh ajaran lain atau ajaran kristen lain dan tidak tergoda untuk pindah agama . Dalam situasi sulit dan menderita, ia tegar dengan keputusan hati untuk beriman kepada Kristus dalam Gereja Katolik. Umat Katolik Santo Paulus Muaro Bungo harus membangun daya tahan iman, tangguh. Gereja selalu mendapat tekanan, ancaman dan penganiayaan. Iman, harapan dan cinta kasih, harus semakin kuat sehingga tahan banting. Menyadari keadaan yang demikian, maka kesetiaan katolik menuntut keberanian, pengorbanan, dan kesetiaan untuk menderita. Dengan demikian, Gereja harus tetap bertahan dalam kesulitan, ketelantaran, diskriminasi dan perlakuan sebagai minoritas.

c. Gereja yang mandiri

Berarti umat Paroki santo Paulus muara Bungo di harapkan semakin mandiri dalam hal: mutu rohani, personalia, dan sarana, material. Umat tidak perlu terus menerus di suapi, dapat membentuk iman yang tangguh, dapat memancarkan identitas kristiani dalam masyarakat, terlebih dalan stasi, lingkungan atau kring. Kekayaan rohani umat akan tercermin dalam jumlah dan kualitas hidup religius serta dalam semangat pelayanan Gerejawi dari kaum awam yang cukup untuk memenuhi kebutuhan Paroki Santo Paulus Muara Bungo yang selalu bertambah. Paroki hendaklah selalu memikirkan bagaimana stasi-stasi yang ada di lingkup Santo Paulus Muara Bungo ini bisa maju. Namun hal ini sulit dapat terwujud jika yang memikirkan hanya pastor, suster dan salah satu atau dua umat saja. Gereja mandiri dapat terwujud jika seluruh umat, terlebih yang mempunyai talenta lebih, masing-masing bersedia untuk menyumbangkan kemampuan diri yang ia miliki.

d. Gereja yang solider

Berarti setiap pribadi umat beriman itu memiliki spritualitas sosial. Di sekitar kita banyak orang dililit kemiskinan. Mereka ini sering kita bicarakan namun kenyataannya mereka kita singkirkan, kita lupakan tanpa harapan akan perbaikan nasib, tidak pernah dimintai pendapat: padahal mereka itu adalah saudara-saudari kita. Tetapi justeru dalam saudara-saudari kita miskin dan lemah itu, Yesus sendiri bertemu dengan kita (Mat 25: 3-46, bdk. Mat 5: 3-12; Luk 4: 16-21; 16,19-31). Oleh karena itu, Gereja Paroki santo Paulus Muara Bungo mengajak seluruh umat memberikan perhatian utama kepada saudara-saudari kita yang miskin dan lemah ini. Untuk itu mari kembangkan suatu spiritualitas sosial, sebuah kepekaan baru bahwa Tuhan Yesus Kristus menitipkan saudara-saudari yang miskin dan lemah itu kepada kita. Kita harus bersetiakawan dengan mereka. Memang dunia mereka tidak atau kurang kita kenali, mereka hampir tidak menghiasai pola kehidupan umat-umat kita. Spiritulitas sosial berarti kita senantiasa sadar bahwa ibadah, pelayanan, persekutuan kita harus terbuka bagi orang-orang miskin, harus senantiasa terbuka dalam keprihatinan akan keadaan mereka. Kita dipanggil untuk menyumbangkan: pola pikir, tenaga, perjuangan, dana, perasaan (hati) agar mereka semakin bebas dari kemiskinan.

  1. Berjiwa Misioner Dalam Persaudaraan Yang Tulus Kepada Semua Orang Dengan Semangat Kristus

Umat Katolik Santo Paulus Muara Bungo harus mempunyai semangat misioner. Ia tidak boleh puas diri, tidak membatasi pemeliharaan keutuhan dan keselamatan diri sendiri; ia merasa diutus ke dalam masyarakat dengan mewartakan kabar keselamatan dan menjadi ragi pembaharuan dalam masyarakat. Umat Katolik Santo Paulus Muara Bungo harus mau dan bisa menjadi saksi Kristus, sehingga masyarakat sekitar akan terpesona kepada kita karena perbuatan, tingkah laku, tutur kata kita dan segala yang kita perbuat. Akhirnya kita memancarkan daya pikat. Kita dapat mencontoh umat Kristen pertama di Yerusalem; mereka berkumpul, berdoa bersama, dan berbuat baik terhadap sesama serta menunjukkan suatu persaudaraan yang membuat heran masyarakat sekitar. ”Mereka disukai semua orang” (bdk. Kis 2: 41-47). Kita menjadi saksi Kristus bukan hanya dengan kata-kata tapi juga dengan contoh hidup yang baik, dengan perbuatan nyata, dan persaudaraan yang tulus. Untuk itu, Gereja harus memberi semangat, kekuatan, harapan, hiburan, ketenteraman, dan menjadi inspirasi dalam masyarakat.

Jadi, misioner itu menyemangati dan tinggal dalam setiap pribadi, sehingga ia tidak dapat hanya mempunyai kesalehan pribadi tetapi iman kepada Kristus itu memancar dan memantul kepada setiap orang yang kita jumpai. Dengan demikian, persaudaraan kita semakin luas karena kita mampu menerima orang lain siapapun orangnya. Inilah semangat Kristus. Tuhan Yesus menerima siapa saja yang datang kepadanya. Lihatlah wanita Samaria, dia bukan Yahudi diterima oleh Yesus. Keterbukaan, keselamatan terjadi kalau kita juga membuka diri bagi orang lain, maka keselamtan dan kabar gembira juga dirasakan oleh mereka. Inilah semnagat misioner kita.

B. Misi

Misi adalah uraian terencana yang dijalankan dalam aksi atau tindakan konkrit baik secara bersama-sama maupun secara pribadi. Rencana itu dimaksudkan untuk meraih dan mewujudkan visi, sehingga cita-cita bersama yang ditetapkan dalam arah dasar itu sungguh-sungguh terjadi dan terlaksana dalam diri setiap murid Kristus. Oleh karena itu, misi untuk pengejawantahan visi :

  1. Meningkatkan kerja sama dan komunikasi yang harmonis antar-umat di lingkungan, stasi, dan secara umum dalam keseluruhan paroki; terutama dalam pendalaman iman dan pendalaman Kitab Suci.

  1. Menggalakkan dan menyemangati umat untuk penerimaan Sakramen Pengakuan Dosa sebagai wujud pembaharuan diri.

  1. Meningkatkan pemahaman dan penghayatan akan ajaran Kristiani dengan butir-butir refleksi/renungan yang secara terus-menerus diasah:

a. Eklesiologi

1) Pemahaman tentang Gereja dalam ajaran Konsili Vatikan II

2) Gereja sebagai persekutuan (communion/communio)

3) Gereja sebagai Sakramen keselamtan

4) Gereja kita dalah Gereja Diaspora.

b. Kristologi

1) Dasar iman Kristiani: Kristus Tuhan, Ia bangkit.

2) Yesus Kristus yang sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia, Dialah sungguh-sugguh Allah dan keselamtan kita.

3) Kristus adalah mediator keselamatan (juru selamat satu-satunya).

c. Sakramentologi

1) Sakramen Inisiasi (baptis-ekaristi-krisma) adalah dasr hidup dalam Gereja

2) Sakramen Ekaristi adalah sumber dan puncak hidup Gereja.

3) Teologi hari Minggu da Devosi ( terutama Rosario dan Hti Kudus Yesus)

d. Memahami Ajaran Sosial Gereja

1) Ensiklik Sosial dari Rerum Novarum sampai Centiumus Annus

2) Nota Pastoral Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) :

· Tahun 2003: Keadilan Sosial bagi semua orang

· Tahun 2004: Menuju Habitus Baru Bangsa. Keadilan sosial bagi semua : Pendekatan Sosio-Budaya

· Tahun 2006: Habitus Baru: Ekonomi yang berkeadilan. Keadilan bagi semua: Pendekatan sosio-budaya.

  1. Meningkatan pelayanan kepada orang kecil, miskin dan terpinggirkan; terutama para buruh.

  1. Memotivasi setiap umat beriman untuk menyatakan sikap berani membela kebenran, kejujuran dan keadilan dalam tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja.

  1. Membangun secara terus- menerus dialog kehidupan (artinya hubungan baik setiap hari dengan tetangga dekat, relasi dengan rekan kerja, bisa juga dengan orang yang berbeda agama dan dijumpai setiap hari) dalam kehidupan bermasyarakat.

  1. Meningkatkan pelayanan dan perhatian kepada pendidikan agama Katolik bagi anak-anak sekolah negeri.

Demikianlah visi dan misi yang terurai di atas, kita berkeyakinan bahwa tiap orang akan menjadi pribadi yang hidup dan tinggal dalam masyarakat dengan menghubungkan pengahayatan iman dan tindakan dalam kehidupan bermasyarakat. Iman akan Kristus menjiwai hidup bersama masyarakat luas.

Rm.M. Samandi,Pr. bersama anak-anak

JADWAL MISA


JADWAL MISA

  • HARIAN : ........... -.............. WIB
  • JUMAT PERTAMA : 18.00 - 19.00 WIB
  • SABTU : 18.30 - 20.00 WIB
  • MINGGU : 07.30- 09.00 WIB

Entri Populer

Laman